Kamis, 27 Oktober 2011

Sabar Itu Ternyata Tidak Mudah

Hari ini seperti biasa bangun pagi dan siap2 untuk berangkat kantor, tetapi hari ini tidak seperti biasanya karena saya bangun sedikit lebih awal, dikarenakan saya berangkat kantor bersama adik saya Saldy yang saat ini duduk dibangku kelas 2 SMA Negeri I Kupang. Senang juga kalau tiap pagi saya berangkat kantor bersama dia, karena tidak akan terlambat masuk kantor. Selain waktu bangun pagi yang lebih awal, hari ini saya akhirnya mengetahui trend kepadatan kendaran di Kota Kupang yaitu antara jam 06.30 sampai jam 07.00. Yang unik dari kondisi kemacetan inilah bisingnya bunyi klakson kendaraan baik motor maupun mobil bersahut-sahutan, hal ini saya katakan unik karena benar-benar baru saya jumpai dan alami panjangnya macet di kota Kupang secara khusus di jalan Cak Doko, wajar saja karena di jalur ini terdapat sekolah-sekolah favorit diantaranya; SMA Negeri 1 kupang, SMK Negeri 1 Kupang, SMP Negeri 1 dan 2 Kota Kupang dan jalur ini merupakan jalur penghubung dengan pusat perkantoran maupun pusat perbelanjaan. Macet sungguh-sungguh menguji kesabaran bagi saya, apalagi ketika berada dalam kondisi ini bunyi klakson kendaraan yang tak henti2nya berbunyi oleh kendaraan di belakang kita seakan-akan berkata "ayo cepat............ayo cepat" Huff...........sangat menjengkelkan. Bukan itu saja ketika ada kendaraan yang tepat berada di belakang saya membunyikan klaksonnya, bukan 1 kali, bukan juga 2 kali dan bukan juga 3 kali tapi berkali-kali, dalam hati saya bertanya maksudnya apa ini? Benar saat ini kita sedang berada dalam kondisi macet tapi kita kan sedang menunggu lampu hijau, aneh sekali dan begitu sangat menjengkelkan. Ketika lampu lalulintas berubah dari merah ke hijau pertanda kendaraan boleh meneruskan perjalanan bunyi klaksonnya makin menjadi jadi....wow...wow....dalam hati saya kembali bergumam, apa2an ini, tidak lihatkah saya juga belum bisa bergerak karena menunggu kendaraan di depan saya. Akhirnya situasi ini berlalu juga karena saya memutar haluan menuju kantor melewati jalan yang tidak ramai dan jaraknya mempersingkat perjalanan saya. Ternyata saya orang pertama yang datang kantor, saya lalu melanjutkan diri menuju mesin absen sidik jari dan ketika itu waktu menunjukkan 06.46, padahal jam masuk kantor kami adalah 07.45. Saya kembali ke dalam ruangan dan hendak merapikan meja kerja saya, tapi sebelumnya itu saya mengecek Handphone saya untuk melihat panggilan maupun sms, yang terjadi adalah saya lupa membawa HP saya. Hohohoho sungguh amat melelahkan, tapi karena takut ada panggilan dan sms penting saya memutuskan untuk segera kembali ke rumah. Dalam perjalanan menuju rumah saya melewati kembali jalur yang ramai tadi dan kali ini suasananya lebih macet lagi sehingga pak Polisi langsung turun tangan mengatur arus lalulintas, setelah beberapa kilometer dari pusat keramaian saya tiba-tiba mendengar suara brakk............., saya menoleh ke belakang ternyata terjadi tabrakan motor dengan motor tepat di tengah jalan, tapi ironisnya jalur ini tidak begitu ramai, Ya Tuhan Lindungi saya...........kenapa ya tidak sabar dalam perjalanan? Saya ingat sebelum sebelumnya saya sempat mengamati perilaku setiap orang dalam perjalanan khususnya ketika mereka sedang menunggu lampu hijau, sering tanpa menunggu lama beberapa diantaranya tancap gas dan melajukan kendaraan saat lampu masih merah, saya kemudian menaikkan status di Facebook saya "MAU BELAJAR BERSABAR MENURUT SAYA ADALAH BELAJAR BERSABAR KETIKA BERADA DI LAMPU MERAH DAN MENUNGGU LAMPAU HIJAU" hal ini sebenarnya suatu instrospeksi bagi saya secara pribadi karena sering tidak sabaran di lampu Merah. Ternyata SABAR itu tidak mudah, kita perlu melatih diri kita untuk sabar dalam hal-hal sekecil apapun karena  di dalam Kitab AMSAL 16 ayat ke 32 dikatakan "orang yang sabar itu melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar